| Jika papan sirip berjamur |
|
|
|
|
Sirip yang berjamur merupakan satu masalah dalam budidaya walet. Saya banyak menerima telepon yang menanyakan bagaimana cara mengatasi papan sirip yang terlanjur tumbuh jamur. Sebagian menceritakan bahwa jamur di papan siripnya sudah berwarna hitam, sebagian yang lain mengatakan di papan siripnya tampak ada bercak-bercak putih. Kasus ini sebagai indikasi bahwa papan sirip tersebut bermasalah.
Mengapa bermasalah? Karena jika papan sirip ini berjamur, maka walet kurang menyukainya. Papan sirip yang berjamur, maka permukaan papan tersebut akan licin, dan ini akan menyulitkan bagi walet untuk bertengger. Selain itu, bau papan yang berjamur kurang disukai oleh walet. Pada papan sirip yang jamurnya sudah parah, maka walet akan kesulitan membikin sarang di papan tersebut. Mengapa papan sirip bisa berjamur? Ada beberapa sebab antara lain, saat membangun gedung walet, papan siripnya tidak kering benar. Saat papan sirip di pasang, masih menyimpan kadar air. Sehingga, karena ada kandungan air di papan itu, maka lambat laun akan memberi kesempatan hidup bagi munculnya “tumbuhan kecil” di papan itu. Tumbuhan kecil nan halus itu tidak lain adalah jamur. Seperti kita ketahui, bahwa kondisi gedung walet pada umumnya berkelembapan tinggi. Itu artinya udara dalam gedung walet mengandung air. Jika papan sirip dari jenis kayu yang lunak, seperti albasia/sengon misalnya, maka dalam waktu 1 atau 2 tahun papan sirip itu akan terserang jamur. Selain itu papan sirip yang dibikin dari kayu yang masih usia muda, juga bisa berpotensi memunculkan jamur. Pori-pori pada kayu muda tidak serapat pori pori pada kayu tua. Dengan kelembapan tinggi, maka udara yang mengandung air ini akan mudah meresap ke pori-pori kayu muda. Maka, air akan meresap dalam papan yang pori-porinya tidak rapat lalu memberi kesempatan bagi tumbuhnya jamur. Akibat bak air bocor, kemudian rembesan airnya mengenai papan sirip di lantai bawahnya, juga pelan tapi pasti akan menimbulkan problem tersendiri. Gedung walet Pak Beny di Winangun-Manado, sebagian papan siripnya berjamur. Setelah saya periksa, ternyata papan sirip nya terkena rembesan air dari bak air di lantai atasnya yang bocor. Jika rembesan air itu tidak segera ditanggulangi maka lambat laun akan menimbulkan problem munculnya jamur di papan sirip tersebut. Jika papan sirip terkena jamur, apa yang harus dilakukan? Sebab munculnya jamur di papan sirip memang bikin pusing kepala pemilik gedung. Di satu sisi walet lebih menyukai kondisi gedung yang berkelembapan tinggi. Di sisi yang lain, papan siripnya (terutama yang menggunakan papan sirip dari jenis kayu lunak), akan mudah terkena jamur. Umumnya sebuah gedung walet memiliki kelembapan tinggi terutama pada lantai dasarnya. Ini di sebabkan, antara lain Dinding lantai dasar lebih tebal dibanding dinding di lantai 2 dan seterusnya. Tujuan mempertebal dinding yaitu untuk keamanan fisik gedung dari ulah pembobol sarang walet. Namun dengan dinding yang tebal, kondisi dalam gedung akan lebih dingin. Kenapa? Karena dinding tersebut mengandung air sebagai akibat daya kapiler air dalam tanah. Dinding jadi dingin. Jika telapak tangan kita tempelkan di dinding, jadi basah. Maka wajar jika lantai dasar kondisinya pasti lebih lembab. Pada lantai dasar, ventilasi udara lebih sedikit dibanding ventilasi di lantai atasnya. Bahkan malah tanpa ventilasi. Ini juga sebagai antisipasi keamanan, dari ulah tangan jahil yang bisa saja memasukkan sesuatu benda yang sangat berbau misalnya bangkai tikus, atau bahkan tikus hidup melalui lubang ventilasi tersebut, dengan tujuannya agar waletnya kacau lalu kabur. Maka sebagai antisipasi, di lantai dasar tidak dibikin ventilasi udara, akibatnya kelembapannya sangat tinggi. Agar lantai dasar kelembapannya bisa agak turun, maka dibuatkan lubang ventilasi udara. Sedangkan untuk menanggulangi ulah jahil orang, bagian luar dan dalam ventilasi (misalnya paralon), di tutup dop berlubang. Dengan cara itu, udara bisa keluar masuk sedangkan benda asing tidak bisa masuk ke dalam gedung. Lantai dasar yang lembab karena, umumnya diisi air. Ini dilakukan selain karena tidak ada resiko bocor, juga agar kondisi gedung lembab. Walet tentu akan sangat suka karena dengan kelembapan tinggi, walet mudah untuk mengeluarkan air liurnya. Tapi, jika volume airnya terlalu berlebihan, akibatnya tingkat kelembapannya pasti akan lebih tinggi lagi. Jarum pada alat hegrothermometer sampai mentok. Kelembapan bisa mencapai diatas 100 %. Ini seperti antara lain gedung walet milik Pak Tatang, di Sumber Rejo-Balikpapan. Seluruh ruangan lantai bawah gedung itu digenangi air setinggi 20 cm, diatas mata kaki saya. Saya berjalan pelan-pelan karena selain licin, juga agar suara langkah kaki di air tidak menimbulkan bunyi terlalu keras, bisa bikin walet kaget. Memang dengan kondisi kelembapan sangat tinggi walet sangat suka. Ini terbukti walet banyak bersarang di lantai bawah. Tapi, apa akibat negatifnya? Banyak papan sirip yang berjamur. Apa yang dilakukan jika papan sirip anda berjamur?
|
| < Prev | Next > |
|---|
| Home |
| Profil Arief Budiman |
| Buku Walet |
| Suara Walet |
| Pemesanan |
| Kasus |
| Member |
| Gallery |
