|
Pertanyaan ini sering dilontarkan member saya. Sebenarnya kapan walet
membikin sarangnya? Apakah burung kecil ini mengeluarkan liur mahalnya
di malam hari, atau siang hari? Atau malam dan siang? Sebelum menjawab
pertanyaan ini saya perlu menjelaskan beberapa hal.
Pertama, walet memiliki kelenjar ditenggorokan sebagai ‘pabrik’ liur,
dan mulai berproduksi saat mulai memasuki masa kawin. Walet muda
mengeluarkan liurnya sedikit. Lama kelamaan sesuai perkembangan usia,
produksi air liur di tenggorokannya bertambah banyak. Air liur ini
semakin aktif pada periode perkembang biakan selanjutnya. Pada walet
usia tua, produksi air liur semakin habis. Ini menandakan walet tua
mulai menopause. Masih hidup namun tak lagi mengeluarkan air liur. Jika
walet tua ini ‘menetap’ di satu sudut papan sirip, maka yang terlihat
adalah : tepat di bawah walet menetap itu banyak kotoran menumpuk,
namun di papan sirip tak ada sarang sama sekali.
Kedua, walet membikin sarangnya secara bergantian. Ini membuktikan
bahwa baik walet jantan atau betina, sama-sama mengeluarkan air liur.
Sama seperti jenis seriti. walet dan seriti membangun sarang secara
bergantian.- atau bergiliran.
Ketiga, produksi air liur ini selain berhubungan langsung dengan masa
birahi juga berkaitan dengan kondisi kesuburan alam sekitar. Hubungan
antara produksi air liur dengan stok pakan, sangat erat. Pada daerah
yang subur, periode perkembang-biakan walet lebih sering dibanding
perkembangan-biakan walet di daerah yang kurang subur. Dalam 1 tahun,
walet berkembang biak hingga 4 kali di daerah yang kaya makanan. Pada
daerah yang kurang banyak makanan, walet hanya 2 atau 3 kali dalam
setahun berkembang biak.
Keempat, walet akan semakin mudah mengeluarkan liurnya jika berada
di ruangan yang lembab. Kondisi lembab sangat disukai walet. Pada
ruangan yang lembab, walet sangat terbantu untuk mengeluarkan air
liurnya saat membangun sarang. Silahkan membuktikan, dalam sebuah
gedung, misalnya terdapat 4 ruang/ kamar. Jika dari 4 kamar itu
terdapat 1 kamar yang kelembapanya terpenuhi, walet akan cenderung
memilih kamar tersebut. Dengan kata lain, di ruangan tersebut tentu
paling banyak terdapat sarang walet di banding 3 kamar lainnya.
Kelima, berkaitan dengan masalah kelembapan udara, juga tergantung
pada soal musim,. Di musim kemarau kelembapan udara rendah. Di musim
penghujan kelembapan udara tinggi. Burung walet akan banyak membikin
sarangnya pada saat musim penghujan, dimana kelembapan udara sangat
mendukung.
Lantas, apakah walet membikin sarang dimalam hari atau siang hari? Dari
penjelasan diatas, maka walet akan membikin sarang bisa saat siang
hari juga bisa malam hari. Walet akan terangsang mengeluarkan air
liurnya untuk membikin sarang jika faktor kelembapan terpenuhi dengan
baik. Jika ruangan tersebut kelembapannya sangat bagus, maka walet pun
akan membangun sarangnya disiang hari. Pada musim penghujan, meski
sudah pukul 10 siang, walet enggan keluar gedung. Walet lebih memilih
menghabiskan waktunya di musim hujan itu untuk membangun sarang. Maka
di musim hujan, walet lebih cepat menyelesaikan sarangnya daripada di
musim kemarau. Selain sarangnya tebal, sarang yang dibuat di musim
udara lembab ini bentuknya rapi.
|