|
Pernahkah anda menjumpai di gedung walet anda, 1 sarang berisi 3 butir
telur ? Benarkah seekor induk walet bertelur hingga 3 butir? Usia
berapa walet yang sangat produktif itu? Apakah karena sumber pakan di
daerah tersebut sangat melimpah sehingga seekor induk walet yang
umumnya bertelur hanya sepasang ( 2 butir), mampu bertelur hingga 3
butir ? Atau, 3 butir telur itu milik dua induk walet? Dengan kata lain
satu induk memiliki 2 butir telur dan 1 induk lagi hanya memiliki 1
butir telur. Mana yang benar? Namun yang pasti 1 sarang walet tersebut
milik sepasang walet. Artinya tidak mungkin 2 induk walet ( 2 pasang
walet ) membangun secara kongsian sebuah sarang.
Sebenarnya fenomena 1 sarang walet berisi 3 butir telur, sering
terjadi, terutama di gedung walet yang sudah produktif dengan pola
panen rampasan.. Panen rampasan yaitu, setelah walet selesai membangun
sarangnya, pemilik gedung segera merampas sarangnya. Padahal tidak lama
kemudian walet akan meletakkan telurnya di sarang itu. Wal hasil, walet
kehilangan sarang, sementara di perutnya sudah ada telur yang siap
keluar.
Kenapa panen rampasan? Karena si pemilik gedung mengejar untung. Harga
sarang panen rampasan memang lebih tinggi, karena sarang relative masih
utuh dan bersih, karena belum dipakai induk untuk mengeram dan mengasuh
anaknya. Jika demikian lalu bagaimana nasib induk walet yang sarangnya
dirampas? Ada 2 kemungkinan yang dilakukan induk walet itu. Pertama,
induk akan membuang telur itu begitu saja, sehingga kadang kita jumpai
telur pecah di lantai. Kedua, induk akan mencari sarang kosong maupun
sarang yang sudah isi untuk menitipkan telurnya. Maka kemudian akan
kita jumpai 1 sarang berisi 3 telur walet. Si induk penitip telur ini,
hanya sekedar menitipkan telurnya kemudian akan membuat sarang kembali
dan selanjutnya ia akan bertelur lagi. Siapa yang mengerami 3 telur
walet, tentu si pemilik sarang asli.
Apakah 3 butir telur tersebut akan menetas semua? Jawabannya belum
tentu. Ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, jika induk
si pemilik sarang bisa menerima kehadiran telur titipan itu, maka 3
telur tersebut akan dierami hingga menetas. Itupun jika usia telur
sama. Jika telur titipan itu usianya lebih muda, maka ketika 2 butir
telur sudah menetas, telur titipan yang terlambat menetas ini akan
busuk (karena tak lagi dierami sehingga embrio mati sebelum menetas)
akhirnya dibuang keluar sarang. Kemungkinan kedua, begitu induk
mengetahui ada telur titipan, segera induk walet akan melempar telur
titipan itu ke luar sarangnya.
Jika 3 butir telur itu menetas semua, apakah mungkin 3 ekor walet itu
akan selamat sampai bisa terbang? Hal itu bisa saja terjadi. Ada
beberapa syarat, yaitu pertama Induk menerima kehadiran telur titipan
itu. Kedua, ukuran sarang walet agak besar karena dibangun oleh induk
dewasa sehingga cukup untuk menampung 3 piyik walet meskipun
berdesakan. Ketiga. Usia induk sudah dewasa, sehingga panas tubuhnya
mampu mengerami 3 butir telur sekaligus. Ke empat, lokasi daerah
tersebut sangat berlimpah sumber pakannya, sehingga induk mampu
mensuplay makanan untuk 3 ekor piyik walet.
Dari fenomena ini, apakah anda kemudian berpikir bahwa agar populasi
walet di gedung anda berkembang cepat, lantas anda akan menyiapkan
sarang imitasi ukuran jumbo, untuk ekesperimen dengan di isi 3 butir
telur walet ?
|