Skip to content
walet, budidaya walet, budidaya burung walet, sarang walet, sarang burung walet, bisnis walet, bisnis budidaya walet, bisnis sarang burung walet
konsultan walet, konsultan burung walet, konsultan budidaya walet, konsultan budidaya sarang burung walet
cd walet, cd suara walet, suara walet, suara pemanggil walet, gedung walet, gedung walet paket hemat, 
artikel walet, artikel budidaya walet, artikel sarang walet, kasus walet, kasus sarang walet, kasus budidaya sarang walet, 
kasus budidaya walet, teknik budidaya walet, tehnik budidaya sarang burung walet, teknik walet,  panen walet, 
panen sarang walet


cd walet arief budiman

Sarana Jual Beli Alat-alat & Produk Budidaya Walet

suara-khusus-ini-Sambutlah-musim-anak-walet-terbang

You are here: Home arrow Profil Arief Budiman
mesin pemanggil walet, mesin panggil walet, panggil walet, walet audio system, mesin suara walet

Waralaba Menguntungkan Kedai Kopi Sarang Walet


KLIK DISINI

Profil Arief Budiman PDF Print E-mail

Saya lahir di saat air melimpah, bulan Desember 1963 di sebuah kota kecil dengan areal persawahan yang luas dan produktif serta perbukitan subur yang terletak di jalur pantura di pertengahan antara Pekalongan-Semarang. Jalur pendidikan saya jalani biasa saja, sampai tamat sarjana psikologi di Universitas Muhammadiyah Surakarta th 1991, dengan indek prestasi yang biasa juga.


Mungkin karena saya jarang masuk kuliah, atau dosennya yang tak pandai mengajar, sehingga nilai saya rata-rata C. Hanya skripsi dan KKN yang dapat nilai A plus. Saat kuliah saya sudah bekerja sebagai jurnalis pada sebuah surat kabar harian di Semarang, sampai suatu hari teman saya Boedi Utomo datang ke kantor menyerahkan Toga, karena saya lupa ikut wisuda.


Di tempat saya, Weleri, termasuk salah satu sentra walet di jalur pantura. Banyak kerabat yang memiliki gedung walet. Saya sering ikut membantu, bersih kotoran, bersih kolam, bersih sarang dll. Ilmunya, saya save tanpa sengaja tersimpan di memori saya.

Awalnya trial & error

Tahun 1997 saya melakukan serangkaian penelitian, trial and error, tanpa guru, referensi terbatas, tanpa becking dana, modalnya hanya satu : semangat maju yang menggebu. Hasil penelitian saya inventarisir, yang bermutu saya kembangkan, ang kurang bermutu saya delete. Penemuan burung seriti kembang adalah salah satu hasil karya orisinil yang cukup menguras energi. Karena jasa seriti kembang inilah, akhirnya gedung walet saya yang semula kosong, telah dihuni seriti dan walet walet.

Tahun 1998 saya aktif memberi seminar, kerja sama dengan Radar Lampung, dan Malang Pos. Seminar juga diselenggarakan di Jakarta, Cipanas, Surabaya dan Bali. Pertengahan tahun 1999, saya mulai meneliti suara-suara walet, waktu pagi, siang, sore dan petang saat walet pulang. Saya merekam suara walet baik out door maupun in door. Dalam gedung, saya rekam suara koloni burung berliur mahal ini sepanjang malam, dengan alat yang sangat sederhana : handycam ! Alatnya murah, tapi ilmu yang saya peroleh mahal harganya.


Ternyata walet mengeluarkan suara yang beraneka ragam. Ada suara senang ada suara sedih. Ada suara riang ada suara stress. Saat gedung walet kebobolan pencuri, sarang dipanen paksa malam hari, banyak telur jatuh, banyak anak tergeletak di lantai mati pelan-pelan. Di malam petaka itu, suasana dalam pasti gedung kacau balau. Walet terbang


berhamburan-bertabrakan dalam suasana yang sangat panik. Malam itu juga untuk menyelamatkan diri, rombongan walet eksodus keluar gedung. Esok paginya koloni walet berputar-putar di sekitar gedung dengan gerak terbang yang terlihat stress sambil mengeluarkan suara pelan mencicit yang menyayat. Suara walet yang berkabung.

Beramal : CD gratis

Salah satu hasil gemilang, saya persembahkan secara cuma-cuma ke public walet berupa CD cek lokasi. Rekaman di CD tersebut adalah ‘suara khusus’ di saat ratusan koloni walet hendak pulang menjelang petang. Maka di pertengahan rekaman itu terdengar sayup-sayup dari kejauhan adzan magrib berkumandang dari menara masjid. Sahabat saya Denny Halim di Sampit berkomentar… “ bujur ja lah CD cek lokasi ini luar biasa dahsyatnya, karena ada suara doa’ dan mantra pak Arief….

Dari hasil penelitian saya, akhirnya lambat laun saya memahami bahasa vocal dan bahasa gerak- terbang burung kecil ini. Walet mengeluarkan bunyi suara sedikitnya 99 suara. Walet juga cepat merekam-menghapal suara dari luar, seperti halnya burung beo atau jalak. Maka coba perhatikan, walet yang sedang berputar-putar gedung akan menirukan


suara CD yang sedang diputar. Itu tanda walet mampu meniru suara luar. Itu juga tanda walet suka pada bunyi suara CD itu. Walet akan mendengarkan serta menyeleksi ‘aransemen lagu-irama‘ dari suara rekaman CD yang diputar.Jika aransemennya cocok, walet akan merespon dengan berkerumun di depan pintu lalu keluar-masuk gedung, dan akhirnya menginap.

Kekuatan CD : Aransemen Yes !

Kenapa CD suara walet yang saya produksi sangat direspon luar biasa oleh walet? Ada kekuatan di CD saya. Yakni walet menyukai lagu, muatan liriknya dan aransemen yang saya ciptakkan. Banyak CD walet yang diciptakan asal-asalan dan dijual bebas di pasaran. Jika lagu walet tak bagus, walet tak mau datang, menolehpun enggan. Atau walet hanya datang sebentar: hanya 1 minggu, setelah itu bubar menjauh.
Maka, banyak gedung walet tetap kosong meskipun sudah lama dibunyikan suara rekaman walet. Di sisi lain tidak sedikit gedung walet ukuran kecil 4 m X 5 m, ada yang cuma 2 lantai ada yang 3 lantai, menjadi sukses setelah menggunakan CD walet produksi BAN. Gedung walet milik Hery Kusuma, di kompleks Balikpapan Permai, cuma 2 lantai ukuran 4 m X 8 m. Ternyata…..kini ratusan sarang walet di dalamnya. Gedung H. Bahransyah di Pulau Laut-Banjarmasin, ukuran 4 m X 5 m, 3 lantai. Meski berukuran mini, namun berisi ratusan sarang walet. Ibarat Losmen tapi fasilitasnya tidak kalah dengan hotel berbintang. Tergantung cara me-menej-nya. Saya mengatur tata suara dan tata ruangan seefektif mungkin dengan konsep minimalis.

 

Seminar : Kasus tak tuntas

Sejak tahun 2002 saya sudah tidak aktif lagi memberi seminar. Menurut saya, seminar memang bermanfaat sebagai media untuk mengenalkan informasi mengenai perwaletan meskipun hanya di permukaanya saja. Namun untuk menyelesaikan kasus-kasus yang kompleks pada sebuah gedung walet, memang harus dilakukan dengan cara melihat langsung di lokasi. Kalau toh ada session tanya jawab tentang kasus-kasus, tetap saja tak menyelesaikan masalah.
Kadang selain mencari info baru serta kiat-kiat mutahir, sebagian peserta, mengikuti seminar dengan membawa kasus yang dialami di gedungnya dan mencari problem solving.


Padahal kasus di gedung walet, penyebabnya bukan 1 item saja, melainkan bisa 4 sd 10 item. Mungkinkah kasus itu dijawab sepotong-sepotong ? Padahal antara 1 item dengan item lain pasti selalu berkaitan? konsultasi kasus di forum seminar pasti dibatasi waktu. Maka menjawabnya-pun secara terburu-buru. Sering jabawannya hanya sekilas dan ringkas. Satu kasus belum dijawab tuntas, peserta lain bertanya tentang kasus yang lain. Capek deh…. Konsultasi untuk kasus-kasus yang berat memang kurang efektif jika dilakukan di ruang seminar. Saya sering menerima pesan di HP saya, isinya konsultasi.Konsultasi kok via SMS? Kadang juga melalu telephone. Mohon maaf jika jawaban


yang saya berikan kurang memuaskan, karena pertanyaannya juga tidak jelas. Sebab, penanya sendiri tidak tahu inti kasusnya, tidak tahu sumber penyakitnya.
Kasusnya tetap menggantung, tetap mengambang.Akhirnya, setelah saya pikir-pikir, saya harus turun untuk menyelesaikan kasus-kasus perwaletan dengan memberi konsultasi langsung di lokasi. Saya melayani hingga pelosok daerah di hampir 80 % pulau Kalimantan. Saya harus mau digeledah oleh TNI saat memasuki wilayah Singkil Aceh Darrussalam dalam perjalanan darat dari Medan melalui Brastagi. Saya juga harus rela menunggu hingga hampir 1 jam, saat paspor saya diperiksa oleh TNT (Tentara Nasional Thailand… asal singkat saja he.. he.. he ) dalam perjalanan antara Ranong ke sentra walet Chumphon. Perjalanan dilanjutkan ke Surattani. Saya juga menjadi kapok jika masuk ke Johor lewat Changi airport, karena dua kali saya ditahan imigrasi berjam-jam disebabkan soal nama saya yang persis nama dosen UKSW DR. Arief Budiman. Di Komputer imigrasi, begitu di klik nama arief budiman muncul dengan huruf merah ! Saya jadi tahu ternyata DR. Arief Budiman yang dulu diblack list oleh Soeharto hingga sekarang ternyata masih berlaku di Singapura. Enggak ikut demo masih kena getahnya juga.

 

Prestasi berhadiah umroh

Pada perjalanan lain di awal 2005, tepatnya bulan Maret, saya sekeluarga diajak ibadah umroh oleh keluarga H. Abdul Gafur, seorang pemain walet yang sangat sukses di Palangkaraya. Perjalanan ibadah ini sebagai hadiah prestasi kerja saya. Seusai melakukan tawwaf, saya istirahat duduk di lantai marmer yang dingin. Saya tercengang melihat ada koloni walet gigas yang bertengger di teras sekitar Masjidil Haram. Lain hari, saat mengambil miqot di masjid Ji’ronah, yakni satu tempat di pinggiran kota Makkah, saya juga melihat koloni seriti kembang beterbangan di sekitarnya. Kedua jenis burung itu memang bisa hidup dan berbiak di suhu yang tinggi.
Ini memang bukan cerita perjalanan kerja, namun perjalanan ibadah. Toh tetap dapat ilmu juga. “Dasar orang walet, sambil pakai ihrom sempat juga lihat burung.,.” kata istri saya berseloroh. Bagi yang belum berlatih, memakai kain ihrom, pakai sendiri memang sulit, agak ribet, takut kedodoran, maka saya harus minta bantuan istri tercinta.

 

2009 : sukses walet kita

Sudah 6 tahun ini saya keliling ke berbagai pelosok Nusantara. Sempat nyebrang juga ke Davao-Philipina, sekitar 1 jam dengan sriwijaya air dari Manado. Manado-Davao hampir sama, banyak burung seritinya. Saya akui banyak manfaat dengan kesediaan saya keliling memberi konsultasi. Saya memang memberi ilmu tapi sekaligus justru dapat banyak ilmu baru. Saya masih ingat kata-kata di buku China: “Siapa yang suka bantu orang di bumi, pasti akan selalu dibantu oleh orang yang di langit”. Di bagian lain saya juga sempat mencatat : “ Siapa yang suka memberi ilmu pada orang di muka bumi pasti akan selalu diberi ilmu oleh orang yang di langit.” Kata-kata itu memang benar. Saya sudah sering membuktikan. Alhamdulillah. Banyak pekerjaan saya yang sukses karena saya dibantu banyak teman-teman di bumi dan selalu dimudahkan pekerjaan saya oleh Allah SWT yang di langit. Hampir 99 % pekerjaan saya di bidang walet khususnya, mencapai kesuksesan yang memuaskan. Kita harus optimis, tahun 2009 ini menjadi tahun sukses walet kita. Bagi mereka yang sudah sukses, bertambah semakin jaya ! Amin.

 

 
walet, budidaya walet, budidaya burung walet, sarang walet, sarang burung walet, bisnis walet, bisnis budidaya walet, bisnis sarang burung walet
konsultan walet, konsultan burung walet, konsultan budidaya walet, konsultan budidaya sarang burung walet
cd walet, cd suara walet, suara walet, suara pemanggil walet, gedung walet, gedung walet paket hemat, 
artikel walet, artikel budidaya walet, artikel sarang walet, kasus walet, kasus sarang walet, kasus budidaya sarang walet, 
kasus budidaya walet, teknik budidaya walet, tehnik budidaya sarang burung walet, teknik walet,  panen walet, 
panen sarang walet
walet, budidaya walet, budidaya burung walet, sarang walet, sarang burung walet, bisnis walet, bisnis budidaya walet, bisnis sarang burung walet
konsultan walet, konsultan burung walet, konsultan budidaya walet, konsultan budidaya sarang burung walet
cd walet, cd suara walet, suara walet, suara pemanggil walet, gedung walet, gedung walet paket hemat, 
artikel walet, artikel budidaya walet, artikel sarang walet, kasus walet, kasus sarang walet, kasus budidaya sarang walet, 
kasus budidaya walet, teknik budidaya walet, tehnik budidaya sarang burung walet, teknik walet,  panen walet, 
panen sarang walet

18 desain gedung walet paket hemat

Syndicate

Who's Online

We have 7 guests online