Buku Walet
Budidaya Sriti Biaya Murah | Budidaya Sriti Biaya Murah |
|
|
|
Populasi burung seriti di Bali memang sangat besar. Uniknya, kembang
biak burung ini menempati jineng, yaitu tempat untuk penyimpanan padi.
Jineng terletak di sekitar rumah. Orang Bali membikin dari batang kayu
beratap daun rumbia. ada juga yang menggunakan atap ilalang. Ukuran
jineng ini sekitar 4 m X 5 meter. Tinggi sekitar 6 sd 8 meter. Desain
jening dibuat agar tikus tidak bisa masuk memakan padi. Di bagian atas
ada lubang segi tiga untuk sirkulasi udara, yang kemudian digunakan
seriti sebagai lubang keluar masuk. Di bagian bawah ada tempat duduk
lesehan yang disebut balai bengong.
Buku ini berisi catatan kenapa burung seriti memilih jineng untuk
tempat tinggal? Karena atap daun rumbia kah sehingga suhu dalam jineng
menjadi sejuk? Di Jawa banyak rumah beratap daun rumbia juga ditempati
burung seriti. Bisa juga karena lumbung padi banyak kutu-kutu terbang,
seriti datang mencari makan dan akhirnya menginap di dalamnya. Mengapa
seriti mau bersarang, kendati cahaya terang dan hanya berukuran 4 m X 6
m?
Dalam perkembanganya, jineng tak lagi berfungsi sebagai tempat penyimpanan stok padi, tapi sudah menjadi tempat bisnis budidaya seriti. Orang Bali membikin jineng. Setelah seriti bersarang, jineng di jual ke mereka yang berminat mengembangkan ke budidaya walet . Berapa harganya? Semakin besar populasi seriti semakin mahal, sampai Rp 100 juta . Padahal modal jineng cuma 5 juta. Yang membikin saya angkat topi, ternyata teknik dan pemahaman orang Bali terhadap karakter, sifat, perilaku burung seriti sudah sangat tinggi. Maka jangan heran jika anda ke Bali, menjumpai jineng beserta burung seriti berpindah ke lain lokasi sampai 1 km jauhnya. Bagaimana caranya jineng dipindahkan? Kenapa populasi seriti tidak kabur meski pindah tempat ? Kapan waktu tepat untuk memindah jineng? Bagaimana cara jineng “berjalan” melewati kebun atau jalan umum? Tekniknya memang hebat. Jineng dijalankan pelan-pelan. Ada yang digotong beramai-ramai. Ada yang menggunakan roda pedati. Kadang lewat jalan umum, kadang lewat kebun. Kadang harus tebang pohon yang dilewati agar roving area seriti tetap aman. Jika sampai perempatan jalan mau belok arah, maka perlu teknik geser hati-hati. Ini dilakukan agar burung seriti “tidak kehilangan pintunya”. Ada satu keunikan lagi, fenomena ini cuma ada di tiga tempat, yaitu Pekutatan, Nagara dan Melaya, di Kab. Jembrana. Di Kabupaten lain, sulit memancing seriti agar mau masuk & berbiak ke dalam jineng, meski berbagai cara sudah dilakukan hasilnya tetap gagal. Lebih jelasnya silahkan membaca buku ini, dan anda bisa paham bagaimana cara jineng dimasukan ke dalam gedung walet, serta tahapan-tahapan agar populasi seriti berubah menjadi populasi walet. |
| < Prev | Next > |
|---|
| Home |
| Profil Arief Budiman |
| Buku Walet |
| Suara Walet |
| Pemesanan |
| Kasus |
| Member |
| Gallery |
