Buku Walet
Budidaya Walet| Strategi Menang | Budidaya Walet| Strategi Menang |
|
|
|
Animo masyarakat untuk membudidayakan walet semakin marak. Tidak
sedikit ruko (rumah toko) yang dialih fungsikan menjadi rumah walet
(ruwal). Suara walet elektronik terdengar sahut menyahut, kadang
membikin bising telinga yang tidak biasa mendengarnya. Disadari atau
tidak, kompetisi antar gedung semakin ketat dan perang suara telah
dimulai. Siapa yang akan kalah dan siapa yang akan menang ? Bisakah
anda menang, meski sebelumnya kalah? Bagaimana agar selalu menjadi
pemenang?
Keberhasilan dalam budidaya walet ditentukan oleh berbagai faktor yang saling mengkait dan mendukung. Selain faktor posisi gedung dan faktor waktu (timing), saya memfokuskan dalam bahasan ini lebih pada faktor tata suara, yaitu meliputi, antara lain : pemilihan jenis suara yang diputar, penataan twiter, besar kecilnya volume, serta trik- trik lain.
Suara rekaman untuk memanggil walet sangat penting
dan menentukan jumlah walet yang datang dan kerutinan datangnya.
Artinya, sering kita jumpai, meski sudah diputarkan suara rekaman
walet, baik menggunakan CD ( compact disc) atau memori card (mmc) atau
jenis lain, namun walet yang datang jumlahnya hanya sedikit. Itupun
seminggu kemudian tak datang lagi. Benarkah walet cepat bosan pada
suara yang diputar, atau karena suaranya tidak menarik sehingga walet
mudah bosan?
Jenis suara rekaman yang dibunyikan di pintu masuk, atau biasa disebut suara panggil, sangat menentukan datang-tidaknya walet. Kualitas suara panggil dibuktikan dari sedikit-banyaknya walet yang datang. Jika jenis dan kualitas suara rekaman tak bagus, maka walet akan cepat bosan. Terus terang saya agak kesulitan untuk menjelaskan jenis-jenis suara yang disukai walet. Kata orang, rekaman suara walet yang lagi kawin jika dibunyikan akan efektif mengundang walet datang. Namun prakteknya ternyata belum tentu. Walet hanya datang sebentar, lalu bubar. Pertanyaannya : jenis suara walet kawin mana yang disukai? Bagaimana membedakan secara detil jenis/ macam suara kawin sehingga walet tertarik mendatangi twiter? Menjelaskan lewat tulisan ternyata lebih sulit, dibanding menjelaskan lewat suara. Faktor tata twiter juga penting. Berapa jumlah twiter yang dipasang di lubang masuk ? Cukup 1, 2 atau 4 buah?. Apakah merk twiter yang berbeda lain pula kualitas suaranya ? Apa beda twiter jenis piezzo dengan jenis twiter magnit ? Seberapa besar volume ? Saya piker buku ini sangat penting, namun mustahil bisa ditemui di pasaran, karena tidak saya jual. Anda bisa dapatkan buku ini secara cuma-cuma, sebagai bonus pembelian CD Paket Komplit. |
| < Prev | Next > |
|---|
| Home |
| Profil Arief Budiman |
| Buku Walet |
| Suara Walet |
| Pemesanan |
| Kasus |
| Member |
| Gallery |
