Apakah burung walet bisa hidup-berkembang biak dalam ruang terkurung?
Saya jawab dengan huruf miring : Tidak mungkin ! Teman saya di Jambi,
Asiung ikut menjawab : Bo ceng li ! Teman saya waktu kuliah, Abu bakar
Baradja ikut menimpali : La yumkin ! Mengapa walet tidak bisa hidup
dalam ruang terbatas ? Kendala apa saja sehingga walet tak bisa
dikurung seperti halnya burung lain? Lalu, informasi yang dimuat di
media cetak dan elektronik bahwa walet dapat diternak itu benar apa
enggak ?
Mengapa walet tak dapat hidup di ruang terkurung? Ada argumentasi kuat
antara lain : Pertama, desain sayap walet sangat khas sebagai jenis
burung terbang, yaitu burung yang lebih banyak terbang daripada
hinggap. Kedua, Kaki walet kecil dan lemah yang di desain bukan untuk
menopang berat tubuhnya. Kakinya tak bisa untuk berdiri, hanya bisa
menempel, atau bertumpu di cekukan dinding gua. Ketiga, walet seperti
itik atau angsa, tak bisa makan sambil mematuk. Cara makan walet
menyambar sambil terbang.. Keempat, selain di papan sirip, walet kawin
dengan cara terbang. Saat kawin, walet berkejaran dan melayang sesaat
di langit, sehingga perlu tempat tinggi. Untuk pemanasannya walet
biasanya mencicit keras dan terbang cepat seperti manuver pesawat
tempur yang membutuhkan ruang yang luas. Proses kawin ini dilakukan
berkali-kali agar pembuahan berhasil. Kelima, makanan walet adalah
serangga yang bervariasi dan tersedia berlimpah di alam. Jika walet
hanya memakan 1 atau 2 jenis serangga saja, pasti kesehatannya juga
akan lebih buruk dibanding walet yang bebas memangsa serangga
pilihannya.
Pada tahun 1997, saya melakukan penelitian .Eksperimen
pertama, saya menangkap puluhan ekor walet, lalu saya masukkan ruangan.
Serangga sebagai makannya di roving room tersedia cukup. Kamar yang
lembap dan gelap sebagai nesting room tersedia. Namun apa yang terjadi?
Hari ke 8 walet mati secara tragis. Ada yang tergeletak di lantai, ada
yang mati masih menempel di papan sirip. Sebagian mati menggantung di
jaring kurungan luar gedung. Eksperimen kedua : memelihara walet sejak
menetas sampai bisa terbang. Namun ujung-ujungnya walet tak sehat; mati
muda. Sudah berbagai cara saya lakukan, namun berakhir pada kegagalan.
Kesimpulannya satu: walet tidak mungkin bisa hidup dan berbiak dengan
cara dikurung.
Akhirnya tahun 1999 saya menemukan burung alternative, yaitu dari jenis
walet dan bisa berdiri. Cara makan burung ini semula menyambar tetapi
bisa dilatih agar makan sambil mematuk. Burung ini saya namakan seriti
kembang dan bisa difungsikan sebagai induk angkat yang sedia mengerami
telur walet dan setia mengasuh anak walet hingga bisa terbang.
Selengkapnya baca buku ini.
|