Buku Walet
Memproduksi Sarang Walet Kualitas Tinggi | Memproduksi Sarang Walet Kualitas Tinggi |
|
|
|
Kualitas sarang walet antara lain ditentukan dari bentuk sarang, warna,
ukuran, keutuhan, serta kebersihan. Ada sarang yang berbentuk mangkok,
ada yang mangkok kecil, bentuk sampan, sudut, dll. Dalam sebuah gedung,
hasil produksi sarang walet memiliki kualitas yang berbeda-beda. Ada
yang 80 % kualitas sarang waletnya bagus, sehingga nilai jualnya
tinggi, namun sebaliknya ada juga yang 80 % kualitas sarangnya kurang
bagus, sehingga nilai jualnya rendah. Mengapa bisa demikian? dalam
buku ini saya mencoba menjelaskan macam-macam kualitas sarang walet,
serta bagaimana cara memproduksi sarang walet agar memiliki bentuk yang
bagus, ukuran besar, warna putih-merah, utuh dll.
Ada beberapa faktor penentu sehingga sarang walet menjadi berkualitas tinggi , yaitu antara lain : faktor air. Faktor ini sangat penting di mana kelembapan sangat diperlukan agar bentuk sarang bagus. Kondisi gedung yang kering akan menghasilkan sarang walet yang berukuran kecil, berdaging tipis, bentuk kurang rapi serta mudah retak. Jika kelembapan gedung tercukupi secara maksimal, akan menghasilkan bentuk sarang yang bagus, berdaging tebal dan sarang tidak retak. Kenapa ? Perlu diketahui, bahwa saat walet membangun sarangnya dilakukan sedikit demi sedikit, inci demi inci hingga butuh waktu berminggu-minggu sampai akhirnya berbentuk sarang sempurna. Faktor kelembapan sangat dibutuhkan, agar liur yang keluar dari paruh walet terbantu secara cukup karena terdapatnya kadar air atau kelembapan di dalam gedung. Saya memberi ilustrasi : walet yang sedang membangun sarangnya, mirip seniman yang sedang membuat relief sebuah taman. Seniman yang ahli akan mempertimbangkan faktor cuaca, memilih malam hari sebagai waktu yang tepat untuk bekerja. Kenapa? Jawabnya, malam hari udara ruang relative lebih lembab dibanding siang hari. Dengan kelembapan yang tercukupi, seniman tadi akan bebas mengukir, membentuk, memahat karya seninya semaksimal mungkin ‘tanpa takut dikejar kering’. Hasil karya itu pasti akan sangat bagus dengan guratan yang detil. Seniman yang kurang profesional, tidak mempertimbangkan faktor kelembapan. Jika hasil karya dua seniman itu dibandingkan, pasti berbeda kualitasnya. Seniman yang kerja asal-asalan, hasil karyanya lebih kasar, guratan yang dihasilkan tidak halus, dan…..mungkin mudah retak ! Karya kasar biasanya dihargai murah. Pada kasus ini, intinya adalah pada faktor kelembapan. Bukan soal siang atau malam. Masih ada faktor lain yang diperlukan agar kualitas sarang walet menjadi bagus.
|
| < Prev | Next > |
|---|
| Home |
| Profil Arief Budiman |
| Buku Walet |
| Suara Walet |
| Pemesanan |
| Kasus |
| Member |
| Gallery |
